Teknologi Manufaktur : Cara Membuat Die Cast menggunakan Fasilitas Mold Design pada Inventor 2013 [Episode 1]

25 09 2012

1433 H Dhu Al-Qi’da 7th

original post by : Zul Fauzi

——————————

Episode 1 - Epilog


Pada djaman dahoeloe kala (3 tahun yang lalu), biasanya, mahasiswa teknik mesin kalau mendapat tugas desain bikin cetakan (die cast) untuk injeksi plastik (injection molding) dari dosen, mereka akan mendesain “secara langsung” pada software CAD, sebut saja : AutoCAD, Solidwork, atau Inventor.


“Secara langsung” di sini artinya mereka mendesain die cast tersebut dengan cara menggambar core dan cavity tersebut secara manual dan terpisah pada software CAD tersebut.


Misalkan : Mobil-mobilan.


Pertama mereka akan mendesain mobil-mobilan terlebih dahulu. Setelah jadi, mereka membuat gambar balok 3 dimensi. gambar mobil-mobilan tersebut akan mereka masukkan ke balok 3D tadi kemudian di “subtract” sehingga bagian dalam balok 3D tadi akan membentuk rongga mobil-mobilan untuk tempat cor-coran plastik. Setelah itu balok itu dibelah menjadi 2 menggunakan “subtract” lagi, sehingga jadilah core (cetakan bawah) dan cavity (cetakan atas).

Sebetulnya sah-sah saja pakai cara begituan. Ndak ada yang melarang kok, ndak akan kena sanksi hukum atau ditilang polisi, juga ndak akan menghancurkan sebuah kota dan seisinya kok (hayahh,, lebayyy :P ).

Sebetulnya cara yang umum dipakai tersebut mempunyai kelemahan, yakni :

1. Lama

2. Ribet

3. Bikin galau, karena gag bisa disimulasikan, jadi gag ketahuan hasilnya


Oleh karenanya, ane akan memperkenalkan teknologi manufaktur yang akan mempermudah proyek ini, yakni fasilitas Mold Design pada software CAE untuk mempercepat pekerjaan dan hasil yang lebih maksimal.


CAE (Computer Aided Engineering) adalah software yang digunakan khusus untuk desain mekanikal (khusus untuk teknik mesin). Tidak seperti software CAD (Computer Aided Design) yang digunakan untuk membuat konsep secara umum.


Perbedaan antara CAD dengan CAE adalah, pada CAE, kita bisa mensimulasikan  desain kita (kita ?? Elo siapa gue ???….Hehe,,, kidding ), juga bisa memprediksi bagian-bagian yang lemah dan kuat pada desain kita, juga bisa memprediksi teknik pembuatan desain kita, juga ongkos biaya, keamanan pengerjaan, keamanan desain, dan buanyaaakk lagi.


Kalau begitu, kita gag butuh CAD, pake CAE aja kalau gitu. Eiitttsss…. ora ngono dab. Tunggu dulu……Software CAD tetaplah dibutuhkan, kita tetap membutuhkan konsep dari desain CAD. CAE tidak akan bisa beroperasi tanpa CAD, karena CAE itu disusun dari basis data CAD. Sehingga software CAE sering juga disebut software CAD/CAE atau Mechanical CAD.


Selain itu, CAD juga ada di dalam CAM. CAM (Computer Aided Manufacturing) adalah software untuk pemesinan, dan itu tidak akan bisa beroperasi tanpa basis data CAD di dalamnya, sehingga sering juga disebut software CAD/CAM.


Okeh,,, begitulah kira-kira. Dan software CAE yang akan ane gunakan untuk proyek percontohan kali ini adalah software yang sama dengan yang ane gunakan dalam tutorial simulasi injeksi plastik pada postingan sebelumnya, yakni : Autodesk Inventor Pro 2013.


Setelah core dan cavity selesai dibuat di software CAE, nanti akan diexport ke software CAM. Dan yang akan kita gunakan buat proses ini adalah Delcam Powermill 8.


Okayyy,,, sekian dulu cuap-cuapnya, sekedar prikitiew review aja biar pada episode selanjutnya sudah ada gambarannya.


Sekian, monggo disobek-sobek, hehe… :D

Wassalamu’alaikum

———————————–

Lanjooot ke : EPISODE 2

Lanjooot ke : EPISODE 3


Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>